Analisis Kinerja Rantai Pasok Perum BULOG Menggunakan Model SCOR dan AHP Studi Kasus pada Perum BULOG Kantor Cabang Subang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar belakang: Perum BULOG merupakan hasil transformasi dan peralihan kelembagaan dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) menjadi Perusahaan Umum (Perum) di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perubahan status badan hukum tersebut memengaruhi orientasi, visi dan misi Perum BULOG, berorientasi pada Public Service Obligation (PSO) dan berkembang menjadi orientasi komersial. Pengelolaan stok beras yang dikuasai yaitu CBP (Cadangan Beras Pemerintah) dan komersial memiliki perbedaan terkait pembiayaan, kebijakan distribusi dan kebijakan operasional. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan analisis kinerja rantai pasok pada stok beras CBP dan beras komersial.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kinerja rantai pasok beras CBP dan beras komersial di Kantor Cabang Subang menggunakan metode SCOR dan AHP.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menganalisis rantai pasok beras CBP dan komersial di Perum BULOG Kantor Cabang Subang sebagai lokus penelitian. Data primer dikumpulkan pada Desember 2024 hingga Juni 2025 melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner kepada lima informan pakar yang dipilih secara purposive sampling. Unit analisis difokuskan pada kinerja internal perusahaan dengan mengintegrasikan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk pengukuran atribut dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan prioritas indikator.
Hasil dan Pembahasan: Nilai kinerja rantai pasok beras CBP yaitu sebesar 84,24% masuk dalam kategori baik dan beras komersial pada nilai 62,32% pada kategori sedang. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa Perum BULOG Kancab Subang memiliki kekuatan pada aspek penyesuaian kegiatan operasional yang baik dan jaringan gudang serta kapasitas penyimpanan namun masih perlu ditingkatkan fungsi analisis pada aplikasi ERP dalam kegiatan perencanaan operasional.
Kesimpulan: Kinerja rantai pasok beras CBP menunjukkan capaian lebih baik dibanding beras komersial, dengan agility dan reliability sebagai atribut dominan, namun efisiensi aset dan aspek keberlanjutan masih perlu ditingkatkan. Optimalisasi perencanaan, pemanfaatan aset, dan teknologi informasi menjadi fokus utama perbaikan kinerja rantai pasok.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
catatan copyright agar disepakati oleh penulis.
Penulis sepakat dengan ketentuan-ketentuan dalam etika publikasi
Penulis menyatakan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di manapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain
Referensi
Bolstorff, P., & Rosenbaum, R. (2007). Supply Chain Excellence: A Handbook for Dramatic Improvement Using the SCOR Model. American Management Association.
Chopra, S. (2019). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation. Pearson Education.
Christoper, M. (2016). Logistics and Supply Chain Management. Pearson Education.
Dewi, G. C., Sa’id, E. G., & Fahmi, I. (2006). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Rantai Pasokan Beras: Studi Kasus di Perum BULOG, Jawa Barat. Pangan, 15(1), 41–55. https://doi.org/10.33964/jp.v15i1.281
Fauziah, S. A., & Muftiadi, A. (2024). Performance Measurement Analysis of Supply Chain Using The Supply Chain Operations Reference (SCOR) Method Version 12.0 (Studies on 25 kg Medium Rice Products at PT.XYZ). Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(1), 377–385. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.01.31
Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik, 1(2), 85–114. https://doi. org/10.55927/jiph.v1i2.937
Hidayat, Y. R. (2020). Analisis Implementasi Manajemen Rantai Pasok Beras di Perum BULOG Gudang Singakerta Kabupaten Indramayu. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 4(4), 763–773. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2020.004.04.06
Linn, T., & Maenhout, B. (2019). The Impact of Environmental Uncertainty on the Performance of the Rice Supply Chain in the Ayeyarwaddy Region, Myanmar. Springer Nature, 7(1), 1–29. https://doi.org/10.1186/s40100-019-0128-6
Marimin, & Maghfiroh, N. (2010). Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. IPB Press.
Myerson, P. (2015). Supply Chain and Logistics Management Made Easy: Methods and Applications for Planning, Operations, Integration, Control and Improvement, and Network Design. Pearson Education.
Ntabe, E. N., LeBel, L., Munson, A. D., & Santa-Eulalia, L. A. (2015). A Systematic Literature Review of the Supply Chain Operations Reference (SCOR) Model Application With Special Attention to Environmental Issues. International Journal of Production Economics, 169, 310–332. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2015.08.008
Rosanti, N., Sinaga, B. M., Daryanto, A., & Kariyasa, K. (2020). Dampak Contract Farming terhadap Kinerja Usahatani Kopi di Lampung. Agriekonomika, 9(2), 140–149. https://doi. org/10.21107/agriekonomika.v9i2.8789
Saaty, T. L. (2008). Decision Making With the Analytic Hierarchy Process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590
Sumiati. (2007). Pengukuran Performansi Suplly Chain Perusahaan dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) di PT Madura Guano Industri (KamalMadura). Tekmapro: Journal of Industrial Engineering and Management, 2(2), 1–14.
Utomo, B. (2020). Peran Penting Lembaga Pangan dan Generasi Milenial di Era Industri 4.0 dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Pangan, 29(1), 71–86. https://doi.org/ 10.33964/jp.v29i1.479
van der Vorst, J. G. A. J. (2006). Performance Measurement in Agri-Food Supply-Chain Networks: An Overview. Dalam Quantifying the Agri-Food supply Chain (hlm. 15–26). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/1-4020-4693-6_2