Determinan Pendapatan Usahatani Padi pada Lahan Suboptimaldi Sumatera Selatan (Determinants of Rice Farming Income on Suboptimal Landin South Sumatera)

Main Article Content

Endang Lastinawati

Abstract

         Padi merupakan komoditas pangan utama di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga peningkatan
produksinya menjadi prioritas melalui optimalisasi lahan suboptimal, seperti lahan pasang surut dan lebak. Upaya optimalisasi tersebut harus sejalan dengan peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan, menentukan alternatif lahan yang sesuai, serta menganalisis determinan pendapatan usahatani padi di kedua tipe lahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan sampel secara purposif bertingkat, melibatkan 120 petani dari empat desa di Kabupaten Banyuasin, masing-masing dua desa pada lahan pasang surut dan lebak. Analisis data menggunakan persamaan matematis pendapatan dan model regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara pendapatan petani padi di lahan pasang surut dan lebak. Namun, lahan pasang surut memiliki potensi lebih besar untuk dikembangkan sebagai basis utama produksi padi di Kabupaten Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan. Determinan pendapatan usahatani padi meliputi luas lahan, biaya produksi, produksi, dan harga gabah kering panen. Untuk meningkatkan pendapatan petani, diperlukan program berbasis kelas hidrotopografi lahan, meliputi: rehabilitasi tata air, ameliorasi, penggunaan varietas unggul, perbaikan teknik budidaya, penataan waktu tanam, demplot padi surjan, bantuan mekanisasi, fasilitas kredit input, penyediaan infrastruktur logistik dan penyimpanan, penguatan koperasi pemasaran dan kelompok tani melalui pelatihan dan penyuluhan, serta inklusi petani muda. 


 


 


        Rice is the main food commodity in South Sumatra Province; therefore, increasing its production has become a priority through optimizing suboptimal lands such as tidal and swamp (lebak) areas. This optimization effort must be aligned with improving farmers’ income. This study aimed to compare farm
incomes, identify the most suitable land type for rice cultivation, and analyze the determinants of rice
farmers’ income in both land types. The research employed a survey method with a stratified purposive
sampling technique with 120 farmers from four villages in Banyuasin Regency, consisted of two villages in
tidal areas and two in swamp areas. Data were analyzed using farm income equations and multiple linear
regression models. The results showed no significant difference in rice farmers’ income between tidal and
swamp areas. However, tidal land had greater potential to be developed as the primary base for rice
production in Banyuasin Regency and the South Sumatra region. The main determinants of farm income
were land area, production costs, yield, and grain price. To increase farmers’ income, programs based on
land hydrotopographic classification are required, including water management rehabilitation, soil
amelioration, use of superior varieties, improvement of cultivation techniques, crop scheduling, demonstration plots, mechanization assistance, input credit facilities, logistics and storage infrastructure,
strengthening of marketing cooperatives and farmer groups, as well as youth farmer inclusion initiatives.

Article Details

Section

Articles

References

Afriyatna, S. 2014. Analisis Pendapatan pada Usahatani Padi Sawah Lebak dengan Sistem Yarnen dan Tunai di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin. Societa, 3(2): 64-68.

Afrizal, U. Usman. 2019. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Pendapatan Petani Padi (Studi Kasus pada Petani Pemilik Lahan Desa Blang Pha, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara). Jurnal Ekonomi Pertanian Unimal, 2(2): 84-92.

Aisyah, S., A. Yunus. 2019. Dampak Luas Lahan, Harga Jual, Hasil Produksi, dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi. Jurnal Ecces, 6(2): 152-170.

Alam, M.N., Effendy. 2017. Identifying Factors Influencing Production and Rice Farming Income with Approach of Path Analysis. American Journal of Agricultural and Biological Sciences, 12(1): 39-43.

Antriyandarti, E., S.W. Ani, M. Ferichani. 2012. Analisis Privat dan Sosial Usaha Tani Padi di Kabupaten Grobogan. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 9(1): 12-18.

Aryani, D., S. Oktarina, H. Malini. 2014. Pola Usahatani, Pendapatan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Lahan Rawa Lebak di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Palembang: Pusat Penelitian Lahan Suboptimal (PUR-LSO) Universitas Sriwijaya.

Atpriani, W., S. Aida, N. Imang. 2018. Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Usahatani Padi Ladang di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Agribisnis Komunitas Pertanian, 1(1): 54-63.

Barokah, U., W. Rahayu, T. Sundari. 2014. Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi di Kabupaten Karanganyar. AGRIC, 26(1): 12-19.

Beckman, J., D. Schimmelpfennig. 2015. Determinants of Farm Income. Agricultural Finance Review, 75(3): 385-402.

Hakim, M.M., I. Alamsyah, D.W. Sari. 2014. Perbandingan Tingkat Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi Pengguna Pupuk Organik pada Agroekosistem Lahan yang Berbeda di Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal. Palembang: Pusat Penelitian Lahan Suboptimal (PUR-LSO) Universitas Sriwijaya.

Hamyana, A.R. Irjayanti, Sutoyo. 2022. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Finansial Usahatani Padi: Kasus Petani Padi di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 6(1): 25-34.

Januarti, I., Y. Junaidi, E. Mulyana. 2021. Analisis Usahatani Padi Gogo di Lahan Rawa Lebak Desa Talang Dukun, Kecamatan Sungai Pinang, Propinsi Sumatera Selatan. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 5(1): 32-39.

Kasih, A.C., W.A. Zakaria, M. Riantini. 2020. Analisis Pendapatan Usahatani dan Biaya Pokok Produksi Padi Rawa Lebak di Desa Serijabo Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 8(3): 532-538.

Lindiana, B. Lakitan, S. Herlinda, Kartika, L.I. Widuri, E. Siaga, Meihana. 2016. Potret Budidaya Padi Lebak oleh Petani Lokal di Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal, 5(2): 153-158.

Listiani, R., A. Setiadi, S.I. Santoso. 2019. Analisis Pendapatan Usahatani pada Petani Padi di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1): 50-58.

Lubis, J. 2019. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Sayuran di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Jurnal Ecobisma, 6(1): 1-8.

Lumintang, F.M. 2013. Analisis Pendapatan Petani Padi di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 1(3): 991-998.

Maryoni, H.S. 2016. Pengaruh Luas Lahan Pertanian dan Biaya Pemeliharaan Terhadap Pendapatan Petani (Studi Kasus Desa Kepenuhan Raya). Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 5(1): 41-48.

Mulyani, A., M. Sarwani. 2013. Karakteristik dan Potensi Lahan Sub Optimal untuk Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1): 47-55.

Nasir, I. Zahri, A. Mulyana, Yunita. 2015. Analisis Struktur dan Distribusi Pendapatan Rumah Tangga Petani di Lahan Rawa Lebak. Agrisep, 14(1): 97-107.

Pamungkas, A.B., A. Wibowo, E.W. Riptanti. 2016. Analisis Usahatani Padi di Lahan Pasang Surut Waduk Gajah Mungkur Desa Sumberejo Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri. Agrista, 4(2): 95-101.

Pradnyawati, I.G.A.B., W. Cipta. 2021. Pengaruh Luas Lahan, Modal dan Jumlah Produksi Terhadap Pendapatan Petani Sayur di Kecamatan Baturiti. Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(1): 93-100.

Punga, D.U., L. Bernadina, I. Sinu. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung di Kecamatan Nekamese dan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Jurnal Excellentia, 9(2): 111-117.

Purba, K.F., M. Yazid, M. Hasmeda, D. Adriani, M.F. Tafarini. 2020. The Sustainability of Rice Farming Practices in Tidal Swamplands of South Sumatra Indonesia. Potravinarstvo Slovak Journal of Food Sciences, 15: 9-17.

Putri, A.D., N.D. Setiawina. 2013. Pengaruh Umur, Pendidikan, Pekerjaan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Miskin di Desa Bebandem. E-Journal EP Unud, 2(4): 173-180.

Rajudinnor. 2017. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Pasang Surut di Desa Cemara Labat Kecamatan Kapuas Kuala Kabupaten Kapuas. Jurnal Daun, 4(2): 94-99.

Sahara, D., E. Kurniyati, R.H. Praptana, B. Hartoyo. 2021. Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Usahatani Padi Gogo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 5(3): 203-210.

Saragih, F.H., F.A.B. Panjaitan. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Padi Ciherang di Desa Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Agrica, 13(1): 55-65.

Sari, K., A. Febriyansyah. 2018. Produktivitas dan Luas Lahan Minimal Petani Padi Sawah Lebak di Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Lahan Suboptimal, 7(2): 185-195.

Setiawan, M.A., R. Abubakar, R. Kurniawan. 2018. Analisis Usahatani Padi Sawah Pada Berbagai Tipe Lahan Lebak di Desa Berkat Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir. Societa, 6(2): 149-159.

Suparwoto, Waluyo. 2009. Peningkatan Pendapatan Petani di Rawa Lebak Melalui Penganekaragaman Komoditas. Jurnal Pembangunan Manusia, 7(1): 1-9.

Suriadikarta, D.A. 2005. Pengelolaan Lahan Sulfat Masam untuk Usaha Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 24(98): 36-45.

Wardie, J. 2015. Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Padi Lokal Lahan Pasang Surut di Kapuas. Agros, 17(2): 153-165.

Wardie, J., T.Y.E. Sintha. 2018. The Sustainability Level of the Rice Farming in the Peatland at the Kapuas Regency, Central Kalimantan. Journal of Socioeconomics and Development, 1(1): 38-42.

Widyantoro, N. Agustiani, A. Ruskandar. 2019. Peningkatan Pendapatan Petani Padi Rawa Pasang Surut Melalui Penerapan Teknologi Raisa di Sumatera Selatan. Jurnal Agroswagati, 7(2): 122-127.

Wulansari, D., M. Ferichani, R.A. Qonita. 2018. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 15(1): 20-27.