Tantangan Perberasan Nasional Menghadapi Pasar Tunggal ASEAN 2015 National Rice Challenges Facing the ASEAN Single Market in 2015

Agus Saifullah

Abstract


Pasar tunggal ASEAN (ASEAN Economic Community-AEC) akan mulai berlaku tahun 2015. Pada saat tersebut aliran barang, jasa, modal dan investasi akan berlangsung bebas. Dalam iklim kompetisi, komoditas beras diperkirakan tidak mampu bersaing dan akan menerima dampak serius. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa tingkat daya saing beras dari aspek harga dalam menghadapi AEC dan memperkirakan dampaknya terhadap industri perberasan. Hasil analisa menunjukkan bahwa daya saing beras domestik terhadap beras dari negara lain relatif rendah. Harga beras domestik saat ini berada 60-70 persen di atas harga paritas impor dan biaya produksinya di atas biaya produksi dari negaranegara lain di ASEAN. Selain itu posisi beras masih mendapatkan berbagai proteksi. Saat pasar tunggal berlaku berbagai bentuk proteksi tidak diperbolehkan. Hal ini dapat berakibat pada saat pasar tunggal berlaku, potensi impor beras akan besar sehingga sulit mengamankan harga produsen, meningkatnya stok yang harus dibeli pemerintah, turunnya insentif ekonomi untuk usaha tani padi dan meningkatnya potensi pengalihan usaha tani padi ke non padi. Apabila masalah tersebut tidak diantisipasi secara tepat akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan, kesejahteraan petani dan pengangguran. Oleh sebab itu perlu kehati-hatian dan persiapan menghadapi pasar tunggal ASEAN. Hal ini mencakup negosiasi ulang untuk menjamin kebijakan perberasan saat ini masih dapat diteruskan, meningkatkan efisiensi industri perberasan nasional, memperkecil perbedaan harga beras domestik dengan harga paritas impor, dan menjaga luas lahan padi yang menjamin produksi agar ketahanan pangan tidak terganggu. kata kunci: beras, daya saing, pasar tunggal, Indonesia, AEC


ASEAN single market (ASEAN Economic Community - AEC) will come into force in 2015. At that time the flow of goods, services, capital and investment will be free. In this competition climate, food commodities such as rice, may not be able to compete and will receive a serious impact. The purpose of this paper is
to analyze the competitiveness of Indonesian domestic rice facing the AEC and its impact to rice industry. The analysis shows that the competitiveness of domestic rice is relatively low compared to that of other ASEAN countries. Domestic rice prices are currently 60-70% above the import parity price and the cost of production is also higher than the other countries. In addition, rice still enjoys various protection but when the single market is applied various forms of protection are no longer allowed. This condition can result in increasing rice imports leading to difficulties in securing producer prices, rising stock to be purchased, lowering economic incentives for paddy farming, and potential shifting of rice farming to non-rice activities. If the problems are not anticipated properly it will affect food security, farmers’ welfare and unemployment.
Therefore, safeguard measures and proper preparation should be taken to face the ASEAN single market. These include renegotiating to maintain the current rice policy, improving more efficient rice industry, reducing the gap between domestic to import parity prices, and keeping the adequate rice land to ensure food security.


Keywords


rice; competition; single market; Indonesia; AEC

References


Alisyahbana, Armida S. 2013. Mempercepat Penguatan Daya Saing Ekonomi Daerah Menghadapi ASEAN Economic Community

(AEC). Keynote Speech pada Seminar Nasional ISEI. Jambi. September 2013

Arifin, Bustanul. 2012. Peningkatan Daya Saing Produk Pangan: Perbaikan Iklim Usaha dan Sistem Inovasi. Bahan untuk Dialog Pakar dan Pelaku Usaha pada JFSS. Januari. Jakarta Agreement on the Common Effective Preferential Tariff (CEPT) Scheme for the ASEAN Free Trade Area (AFTA) http://www.asean.org/communities/asean-economic-community/item/agreementon-the-common-effective-preferential-tariff-ceptscheme-for-the-asean-free-trade-area-afta. ASEAN Free Trade Area (AFTA Council) http://www.asean.org/communities/asean-conomiccommunity/category/asean-free-trade-areaafta-council.

ASEAN Secretariat. 2008. ASEAN Economic Community Blue Print. Jakarta

Azwir dan Ridwan. 2009. Peningkatan Produktivitas Padi Sawah dengan Perbaikan Teknologi Budidaya. Akta Agrosia. Vol 12 No 2, 2009 Balassa, Bela. 1961. The Theory of Economic Integration: An Introduction. http://ieie.itam.mx/Alumnos2008/Theory%20of%20Economic%20

Integration%20(Belassa).pdf Briones, R.M dan Sjaiful Bahri. 2014. Competitiveness of selected food crops of Indonesia: a policy

analysis matrix approach, Paper disampaikan pada Diskusi dan Kajian Daya Saing Komoditi Pangan Tertentu. Badan Ketahanan Pangan.

Jakarta. April 2014

BPS. 2011. Struktur Ongkos Usaha Tani Tanaman Pangan. Jakarta

BULOG. Buku Statistik Internal. Berbagai Tahun BULOG, Buku Statistik Eksternal. Berbagai Tahun BULOG, 2013. Strategi BULOG Dalam Menghadapi

Asean Economic Community 2015. Paper disampaikan pada Rakor Perberasan Nasional. Makassar. 2013.

BULOG, 2014. Laporan Realisasi On Fram R&D Tahun 2013. Tidak Dipublikasikan.

Dawe, David.et al. 2010. Domestic rice price, trade, and marketing policies, in Sushil Pandey et al, Rice in the Global Economy: Strategic Research and Policies Issues for Food Security. IRRI. Manila, Philippines. Tantangan Perberasan Nasional Menghadapi Pasar Tunggal ASEAN (National Rice Challenges Facing the ASEAN Single Market in 2015) 192 Agus Saifullah

FAO. 2013. Food Outlook, Biannual Report on Global Food Market. http://oryza.com/news/rice-news/international-rice-prices-decline-january-2014-fao-rice-price-index-down-16

Hasan, Ali. 2013. Marketing dan Kasus-Kasus Pilihan. CAPS. Yogyakarta

Ismail, M. dan Wildan Syafitri. 2005. Model Pengembangan Agroindustri Unggulan Untuk Memperkuat Daya Saing Daerah. TEMA. Volume 6, Nomer 1 Maret. 2005

Jieh, Woo, Rhung. 2000. Trade Liberalization, in Bustanul Arifin and HS Dillon (Eds). Asian Agriculture Facing th 21st Century. Asian Society of Agricultural Economics. 2000.

John, A. 2014. Price relations between international rice markets, Agricultural and Food Economics, a Springer Open Journal ttp://www.agrifoodecon.com/content/2/1/1

Krisnamurthi, Bayu. 2013. Kesiapan Sektor Jasa Termasuk Sektor Keuangan dan Perbankan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi

ASEAN (MEA) 2015. Paper dipresentasikan pada Seminar Nasional ISEI. Jambi. September 2013.

Oryza, 2014. Thailand Rice Farmer Incomes Drop Due to Drought, End of Rice Pledging Scheme. http://oryza.com/news/rice-news/thailand-ricefarmer-incomes-drop-due-drought-end-ricepledging-scheme

Oryza. 2014. International Rice Prices Decline in January 2014.

FAO Rice Price Index Down 1.6% - See more at: http://oryza.com/news/rice-news/internationalrice-prices-decline-january-2014-fao-rice-priceindex-down-16#sthash.3wXl2N4g.dpuf

Sawit,MH dan Lakollo, EM, 2007. Rice Import Surge in Indonesia. ICASEPS dan AAI. Bogor Thai Rice Exporter Association. 2014. Agricultural price-pledging policy has failed. http://www.

thairiceexporters.or.th/Int%20news/News_2012/int_news_120312-1.html

Wailes, E.J. dan E.C. Chavez. 2013. ASEAN and the Global Rice Market Situation and Outlook. Paper presented in 2nd ASEAN Rice Trade Forum: Rice Trade and Self Sufficiency in ASEAN.

Yogyakarta. June 2013.


Full Text: Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN