Pengaruh Konsumsi Tempe dari Kedelai Germinasi dan Non-Germinasi Terhadap Profil Darah Tikus Diabetes

Made Astawan
| Abstract views: 531 | PDF views: 363 | PDF views: 68

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolik akibat kurangnya produksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tempe memiliki efek hipoglikemik yang dapat memperbaiki fungsi sel pankreas. Germinasi kedelai dapat meningkatkan komponen bioaktif yang dapat mencegah penyakit DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi ransum tepung tempe dari kedelai germinasi (TKG) dan tepung tempe dari kedelai non-germinasi (TNG) terhadap profil darah tikus DM. Profil darah yang diamati meliputi kadar glukosa darah, analisis hematologi (hemoglobin, leukosit, eritrosit, hematokrit, dan trombosit), serta analisis biokimia serum (kolesterol, trigliserida, LDL, HDL, dan albumin). Kelompok tikus DM yang mengonsumsi ransum TNG dan TKG selama 32 hari memiliki penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar dibandingkan kelompok tikus DM yang mengonsumsi kasein (kontrol positif). Tikus kelompok TKG memiliki kadar hemoglobin sebesar 14,1 g/dL, hematokrit 37,3 persen,  dan eritrosit 7,9 juta/mm3 yang mendekati nilai pada tikus normal (kontrol negatif), yaitu masing-masing sebesar 13,4 g/dL,  34,6 persen dan 7,6 juta/mm3. Tikus kelompok TKG memiliki kadar trigliserida (64,0 mg/dL)  yang lebih rendah dari tikus kelompok TNG (89,4 mg/dL). Kadar LDL tikus dari kelompok  TKG (9,2 mg/dL) tidak berbeda secara nyata (p>0,05) dengan kelompok kontrol negatif (3,4 mg/dL). Konsumsi TNG dan TKG tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter leukosit, trombosit, kolesterol, dan HDL tikus diabetes.

Keywords

tempe, kedelai, germinasi, profil darah, diabetes

Full Text:

PDF PDF

References

[AOAC] Association of Official Analytical Chemistry. 2012. Official Method of Analysis. Association of Official Analytical Chemistry. Maryland.

[Kemenkes RI] Kementerian Kesehatan RI. 2014. Situasi dan Analisis Diabetes. http://www.depkes.go.id/article/view/15021800007/situasi-dan-analisis-diabetes.html. [Diakses 12 Agustus 2016]

[WHO] World Health Organization. 2010. Diabetes. NMHFactSheet. http://www.who.int/nmh/publications/factsheet_diabetes_en.pdf. [Diakses 20 Agustus 2016].

Anderson J.L.C, Gautier T, Nijstad N., Tölle M., Scuchardt M., van der Giet M., Tietge U.J.F. 2017. High density lipoprotein (HDL) particles from end-stage renal disease patients are defective in promoting reverse cholesterol transport. Scientific Report. Vol. 7. No. 41481. Feb, pp. 1-8.

Anggrahini S. 2007. Pengaruh lama pengecambahan terhadap kandungan alfa-tokoferol dan senyawa proksimat kecambah kacang hijau (Phaseolus radiates L.). Agritechnology. Vol 27. pp. 152-175.

Astawan M., Hazmi K. 2016. Karakteristik fisikokimia tepung kecambah kedelai. Jurnal Pangan. Vol. 25. pp. 105-112.

Astawan M., Wresdiyati T., Ichsan M.. 2016. Karakteristik fisikokimia tepung tempe kecambah kedelai. Jurnal Gizi Pangan. Vol. 11.Mar, pp. 35-42.

Astawan M., Wresdiyati T., Saragih. 2015b. Evaluasi mutu protein tepung tempe dan tepung kedelai rebus pada tikus percobaan. Jurnal Mutu Pangan. Vol.2. Mar, pp. 11-17.

Astawan M., Wresdiyati T., Sirait J. 2015a. Pengaruh konsumsi tempe kedelai grobogan terhadap profil serum, hematologi dan antioksidan tikus. Teknologi dan Industri Pangan. Vol.36. pp. 155-162.

Astawan M. 2008. Sehat dengan Tempe, Panduan Lengkap Menjaga Kesehatan dengan Tempe. Dian Rakyat. Jakarta.

Astawan M. 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-Bijian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Astawan M. 2013. Soy story. Food Review. Vol 8. pp. 46-51.

Bavia ACF, Da-Silva CE, Ferreira MP, Leite RS, Mandarino JMG, Carrão-Panizzi MC. 2012. Chemical composition of tempeh from soybean cultivars specially developed for human consumption. Ciência e Tecnologia de Alimentos. Vol. 32. Jul/Sept, pp. 613-620. ISSN:0101-2061.

Bilous R. dan Donelly R.. 2014. Buku Pegangan Diabetes. Edisi 4. Jakarta. Bumi Medika.

Brownlee M. 2005. The pathology of diabetic complications: a unifying mechanism. Diabetes. Vol. 54. Jun, pp.1615-1625.

Conway B.N., Miller R.G., Orchard T.J. 2010. Are Hemoglobin Levels Elevated in Type 1 Diabetes? Diabetes Care. Vol. 33. Feb, pp. 341–343.

Cunningham J.G. 2002. Textbook of Veterinary Physiology Principles and Procedures 5th edition. Saunders Company. US.

Etim N.N., Williams M.E., Akpabio U., Offiong E.E.A. 2014. Haematological Parameters and Factors Affecting Their Values. Agricultural Science. Vol.2. pp. 37-47. doi:10.12735/as.v2i1p37.

Fitria L., Sarto M. 2014. Profil hematologi tikus (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) galur wistar jantan dan betina umur 4, 6, dan 8 minggu. Biogenesis. Vol. 2. pp. 94-100.

Hernawati, Wasmen M., Agik S., Dewi A. 2013. Perbaikan parameter lipid darah mencit hiperkolesterolimia dengan suplemen pangan bekatul. Majalah Kedokteran Bandung. Vol. 45. pp. 1-9.

Ihedioha J.I., Ugwuja J.I., Noel-Uneke O.A., Udeani I.J., Daniel-Igwe G. 2012. Reference Values for the Haematology Profile of Conventional Grade Outbred Albino Mice (Mus musculus) in Nsukka, Eastern Nigeria. Animal Research International. Vol 9. pp. 1601-1612.

Lubis T.M., Zuhrawati, Susanti F., Rusli, Asmilia N.M. 2016. Pengaruh pemberian ekstrak teh hijau terhadap penurunan kadar hemoglobin dan nilai hematokrit pada tikus wistar. Jurnal Medika Veterineria. Vol. 10. Mei, pp. 141-143.

Maskar D.H., Hardiansyah, Damayanti E., Astawan M., Wresdiyati T., Hermanianto J., Winandita T. 2015. Pengaruh kedelai produk rekayasa genetik terhadap kadar malondialdehid, aktivitas superoksida dismutase dan profil darah pada tikus percobaan. Penelitian Makanan dan Gizi. Vol. 38. pp. 41-50.

Mezei O, Banz W J, Steger R W, Peluso M R, Winters T A and Shay N. 2003. Soy isoflavones exert antidiabetic and hypolipidemic effects through the PPAR pathways in obese Zucker rats and murine RAW 264.7 cells. Journal of Nutrition. Vol. 133. May, pp. 1238-1243.

Pasiakos S.M., Lieberman H.R., Fulgoni V.L. 2015. Higher-protein diets are associated with higher HDL cholesterol and lower BMI and waist circumference in US adults. Journal of Nutrition. Vol. 145. Mar, pp. 605-14..

Po-Chung C., Shang-Ren H., Yun-Chung C.. 2016. Association between serum albumin concenttration and ketosis risk in hospitalized individuals with type 2 diabetes melitus. Journal of Diabetes Research. Vol. 1. pp: 1-5. DOI: 10.1155/2016/1269706.

Prameswari O.M., Widjanarko S.B.. 2014. Uji efek ekstrak air daun pandan wangi terhadap penurunan kadar glukosa darah dan histopatologi tikus diabetes melitus. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 2. pp. 16-27.

Pratama R.R., Yerizel E., Rahmatini. 2014. Pengaruh pemberian aspartam terhadap kadar low-density lipoprotein dan high-density lipoprotein pada tikus Wistar diabetes melitus diinduksi aloksan. Jurnal Kesehatan Andalas. Vol. 3. pp. 450-456.

Ramadan E.A. 2012. Effect of processing and cooking methods on the chemical composition, sugars, and phytic acid of soybeans. Journal of Food and Public Health. Vol 2. pp. 11-15.

Roland L., Drillich M., Iwersen M. 2014. Hematology as a diagnostic tool in bovine medicine. Journal of Veterinary Diagnostic Investigation. Vol. 26. pp. 592–598.

Skyler J.S., Bakris G.L., Bonifacio E., Darsow T., Eckel R.H., Groop L., Groop P., Handelsman Y., Insel R.A., Mathieu C., McElvaine A.T., Palmer J.P., Pugliese A., Schatz D.A., Sosenko J.M., Wilding J.P.H., Ratner R.E. 2017. Differentiation of diabetes by pathophysiology, natural history, and prognosis. Diabetes. Vol. 66. Feb, pp. 241-255.

Suarsana I.N., Wresdiyati T., Suprayogi A. 2013. Respon stress oksidatif dan pemberian isoflavon terhadap aktivitas enzim superoksida dismutase dan peroksidasi lipid pada hati tikus. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. Vol.18. Jan, pp. 146-152.

Suwarno M., Astawan M., Wresdiyati T., Widowati S., Bintari H.S., Mursyid. 2014. Evaluasi keamanan tempe kedelai transgenik melalui uji subkronis pada tikus. Jurnal Veteriner. Vol. 1. Sept, pp. 353-362.

Villegas R., Gao Y.T., Yang G., Li H.L., Elasy T.A., Zheng W., Shu X.O. 2008. Legume and soy food intake and the incidence of type 2 diabetes in the Shanghai women’s health study. The American Journal of Clinical Nutrition. Vol. 87. Jan, pp. 162-167.

Vozarova B., Weyer C., Lindsay R.S., Pratley R.E., Bogardus C., Tatarani P.A.. 2002. High white blood cell count is associated with a worsening of insulin sensitivity and predicts the development of type 2 diabetes. Diabetes. Vol. 51. Feb, pp. 455-461.

Warle B.M., Riar C.S., Gaikwad S.S., Mane V.A. 2015. Effect of Germination on Nutritional Quality of Soybean (Glycine Max). IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology. Vol. 9. Apr. pp.13-16. ISSN: 2319-2402.

Wresdiyati T, Karmila A, Astawan M, Karnila R. 2015. Teripang pasir meningkatkan kandungan antioksidan superoksida sismutase pada pankreas tikus diabetes. Jurnal Veteriner. Vol. 16. Mar, pp. 145-151.

Yang H.J., Park S., Pak V., Chung K.R., Kwon D.Y. 2011. Fermented Soybean Products and Their Bioactive Compounds, Soybean and Health. El-Shemy Hany. Editor. http://www.intechopen.com/books/soybean-and-health/fermented soybean-products-and-their-bioactive-compounds. [Diakses 14 April 2018].

Copyright (c) 2019 JURNAL PANGAN
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.