Analisis Nilai Tambah Rantai Pasok Jagung Pakan Ternak: Studi Kasus di Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara

Julian Witjaksono
| Abstract views: 609 | Untitled views: 1944

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting sebagai uang kas bagi para petani kecil khususnya di wilayah pedesaan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran para pelaku kunci yang terlibat dalam sistem rantai nilai dan menganalisis nilai tambah yang diperoleh dari setiap peran dari pelaku yang terlibat langsung dalam rantai pasok jagung. Kajian ini telah dilaksanakan dari bulan April sampai Agustus 2016. Pemilihan lokasi studi berdasarkan pertimbangan bahwa Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu sentra produksi jagung dan bahan pakan ternak di Sulawesi Tenggara. Teknik purposive sampling dan snowball sampling telah diterapkan dalam pemilihan responden berdasarkan pertimbangan karena informasi yang terbatas tentang jumlah pedagang pengumpul, pengusaha, dan pelaku lainnya yang terlibat dalam rantai pasok jagung. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk rantai pasok, kondisi rantai pasok, metode Hayami untuk analisis nilai tambah. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai tambah tertinggi diperoleh dari pedagang pengumpul besar (PT.BSL) sebesar Rp6.300,00/kg, CV. Usaha Inti Rakyat sebagai usaha ayam petelur sebesar Rp6.275,00/kg dan petani jagung sebesar Rp5.415,00/kg. Hasil analisis margin mengindikasikan nilai tertinggi diperoleh CV. Usaha Inti Rakyat sebesar Rp6.850,00/ kg, petani jagung Rp5.915,00/kg dan PT. BSL Rp5.225,00/kg.

Keywords

pertanian; rantai pasok; petani jagung; Konawe Selatan;

Full Text:

Untitled
Copyright (c) 2017 JURNAL PANGAN
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.