Analisis Integrasi Pasar Gula Dalam Mendukung Stabilisasi Harga Gula Analysis Integration of Sugar Market In Support for Sugar Price Stabilitization

Eny Cahyaningsih
| Abstract views: 545 | Untitled views: 780

Abstract

Struktur pasar gula yang oligopolistik menyebabkan kemungkinan adanya risiko yang tinggi akan ketidakpastian dan ketidakstabilan harga gula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi spasial pasar gula di beberapa pasar ibukota provinsi, menganalisis hubungan kausalitas dan arah pengaruh perubahan harga gula di beberapa wilayah di Indonesia, menganalisis respon harga gula suatu pasar jika ada shock atau goncangan di wilayah lain, dan menganalisis seberapa besar variasi perubahan harga gula suatu pasar. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model, uji kausalitas Granger, impuls respon dan dekomposisi ragam. Berdasarkan keempat metode analisis diperoleh bahwa pasarpasar kunci dalam perdagangan gula di Indonesia adalah pasar di wilayah Palembang, Lampung, Jakarta, Surabaya dan Medan. Kenaikan harga yang terjadi pada salah satu pasar akan mengakibatkan kenaikan harga pada pasar lain. Implikasi kebijakan dari penelitian ini adalah, jika Perum BULOG ditugaskan untuk melakukan stabilisasi harga gula, maka dalam melakukan intervensi pasar berupa ketersediaan stok dan kontrol harga tidak perlu di semua tempat, tetapi cukup di pasar-pasar kunci tersebut supaya tidak terjadi duplikasi intervensi. Pada pasar yang terintegrasi, dampak dari intervensi pemerintah pada pasar kunci akan disalurkan kepada pasar-pasar lainnya sehingga kebijakan harga dapat dilakukan dengan efektif.

Oligopolistic market structures sugar causes the potential risk of high uncertainty and instability of the price of sugar.The goal of this research is to analyze the spatial integration of the sugar market in the provincial capital markets, to analyze the causal relationship and the direction of the effect of changes in the price of sugar in some areas in Indonesia, to analyze the response of a market price of sugar if there is a shock or shocks in other regions, and to analyze how much of the variation changes the market price of sugar. Methods of analysis used in this studi are Vector Error Correction Model,Granger Causality test, impulse response and variance decomposition. Based on the four methods of analysis shows that the key markets in the sugar trade in Indonesia is a market in the area of Palembang, Lampung, Jakarta, Surabaya and Medan. The price increase that occurred in one of the market will lead to price increases in other markets. The policy implication of this study is, if Perum BULOG assigned to stabilize the price of sugar, the intervention in markets such as stock availability and price controls do not need to be in all places, but quite in the key markets so that no duplication of interventions. In an integrated market, the impact of government intervention in key markets will be distributed to other markets so that pricing policies can be carried out effectively. 

 

Keywords

market integration; price stabilization policies; vector error correction model; Granger causality; impulse response; variance decomposition

Full Text:

Untitled

References

Anwar, C. 2005. Prospek Karet Alam Indonesia di Pasar Internasional: Suatu Analisis Integrasi Pasar dan Keragaan Ekspor. Disertasi Doktor.

Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Arifin, Bustanul. 2015. Manajemen Industri & Perdagangan Gula (http://koran.bisnis.com/read/20141208/251/380329/manajemenindustri- perdagangan-gula, Senin, 08/12/2014 03:30)

Borensztein, E., Khan, M.S., Reinhart, C.M., and Wickham, P. (1994). The Behavior of Non-oil Commodity Prices. Occasional Paper No.112,

Internation Monetary Fund, Washington D.C. Bustaman AD. 2003. Analisis Integrasi Pasar Beras di Indonesia. [Skripsi]. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Enders W. 2004. Applied Econometric Time Series. New York: John Wiley & Sons. Granger, C. W, J. 1969. Investigating Causal Relations by Econometric Models and Cross-Spectral Methods. Journal of Econometrica, Vol.37 No. 3 Harianto. 2014. Mengatasi Masalah Gula Nasional. http://www.setneg.go.id/index.php?option=com

_content&task=view&id=7708 (diakses tanggal 8 Juli 2014)

KPPU. 2010. Position Paper KPPU Terhadap Kebijakan dalam Industri Gula. Laila, F, Anindita R dan Budi Setiawan. 2014. Volatilitas Harga Gula Dunia Dan Harga Gula Domestik. Jurnal AGRISE Volume XIV No. 3

Bulan Agustus 2014

Silitonga C. 1997. Ketahanan Pangan, Swasembada Pangan dan Liberalisasi Perdagangan dalam 30 Tahun Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan. Jakarta. Bulog.

Simatupang P.1995. Pengembangan Pertanian Industrial dengan Pendekatan Kuasi Organisasi Agribisnis. Makalah Seminar Nasional Klinik

Teknologi Pertanian Sebagai Basis Pertumbuhan Usaha Agribisnis. Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.

Sims CA. 1980. Macroeconomics and Reality. Jurnal Econometrica Vol.48 hal 1-48.

Widarjono A. 2010. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta : Ekonisia.

Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN

Refbacks

  • There are currently no refbacks.