Koherensi Kebijakan Pangan Nasional dan Implikasi Strategis Perum BULOG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar belakang: Visi lumbung pangan 2045 menuntut koherensi antara produksi, distribusi, stabilisasi harga, cadangan pangan, inovasi teknologi, dan koordinasi kelembagaan, sehingga kinerja pangan nasional perlu dibaca sebagai isu tata kelola publik lintas sektor, bukan sekadar capaian produksi semata, mengingat keberhasilan kebijakan pangan sangat dipengaruhi oleh desain organisasi dan kapasitas implementasi antaraktor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kinerja pangan Indonesia pada periode 2024-2025, menilai koherensi desain kebijakan pangan nasional pada level dokumen, serta merumuskan implikasi strategis bagi reposisi Perum BULOG menuju visi lumbung pangan 2045. Metode: Penelitian menggunakan studi dokumen eksplanatori berbasis data sekunder, memadukan analisis deskriptif kuantitatif atas data Badan Pusat Statistik dan publikasi Perum BULOG dengan analisis isi terstruktur terhadap enam dokumen kebijakan utama, menggunakan instrumen Indeks Sinergi Kebijakan Pangan (ISKP) yang mencakup empat dimensi dan dua belas indikator operasional. Hasil dan Pembahasan: Produksi padi 2025 meningkat 13,29%, sedangkan produktivitas hanya naik 0,60%, menunjukkan bahwa perbaikan pasokan lebih ditopang oleh ekspansi luas panen daripada efisiensi produksi. Nilai ISKP sebesar 81,67 mengindikasikan koherensi desain kebijakan yang tinggi, terutama pada dimensi stabilisasi-cadangan, tetapi masih menunjukkan kelemahan pada integrasi data, partisipasi aktor lokal, dan mekanisme umpan balik implementasi kebijakan. Kesimpulan: Tingginya koherensi dokumen kebijakan belum cukup membuktikan efektivitas implementasi di lapangan. Perum BULOG perlu diperkuat sebagai simpul intelijen pangan berbasis mandat, melalui penguatan interoperabilitas data, stok penyangga regional, dan sistem peringatan dini, guna mendukung tata kelola pangan yang lebih presisi, adaptif, dan berbasis bukti menuju 2045.
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
catatan copyright agar disepakati oleh penulis.
Penulis sepakat dengan ketentuan-ketentuan dalam etika publikasi
Penulis menyatakan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di manapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain
Referensi
Azhaara, S. R., Yulianah, Alisa, E. R., Wahyuni, T. C. N., & Khoirullahu, S. A. R. Al. (2026). Analysis of the Role of Perum Bulog in Maintaining the Stability of the National Rice Supply Chain. Advances: Jurnal Ekonomi & Bisnis, 4(3), 706–718. https://doi.org/10.60079/ AJEB.V4I3.836
Badan Pangan Nasional. (2025). Rencana Aksi Badan Pangan Nasional. Badan Pangan Nasional.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2025). Pada 2024, Luas Panen Padi Mencapai Sekitar 10,05 Juta Hektare dengan Produksi Padi Sebanyak 53,14 Juta Ton Gabah Kering Giling (GKG) . Badan Pusat Statistik indonesia.
Chaffin, B. C., Gosnell, H., & Cosens, B. A. (2014). A Decade of Adaptive Governance Scholarship: Synthesis and Future Directions. Ecology and Society, 19(3), 56. https://doi. org/10.5751/ES-06824-190356
Chirombo, B. F., & Pangapanga-Phiri, I. (2025). Adaptive Practices and Governance Structures for Building Climate Resilient Agrifood Systems Value Chains in Sub Saharan Africa. Discover Sustainability, 6(1), 879-. https://doi.org/10.1007/S43621-025 01837-Y
Egeberg, M., & Trondal, J. (2018). An Organizational Approach to Public Governance: Understanding and Design. Dalam Oxford University Press. Oxford University Press.
Eisenhardt, K. M. (1989). Agency Theory: An Assessment and Review. Academy of Management Review, 14(1), 57–74. https://doi.org/10.5465/AMR.1989.4279003
Elbehri, A., & Chestnov, R. (2021). Digital Agriculture in Action: ArtificiaI Intelligence for Agriculture. Dalam Digital Agriculture in Action. Food and Agriculture Organization of the United Nations . https://doi.org/10.4060/CB7142EN
Ghadanfar, S., & Cochrane, L. (2026). Managing Shock and Uncertainty: A Comparative Institutional Analysis of Divergent Contexts of National Food Reserve Systems. Frontiers in Sustainable Food Systems, 10, 1862694. https://doi.org/10.3389/FSUFS.2026.1862694/ TEXT
Govindan, R., & Al-Ansari, T. (2019). Computational Decision Framework for Enhancing Resilience of the Energy, Water and Food Nexus in Risky Environments. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 112, 653–668. https://doi.org/10.1016/J.RSER.2019.06.015
Ibnu, M. (2025). Reposisi BULOG dan Integrasi Empat Dimensi FAO: Model Konseptual dan Roadmap Strategis Ketahanan Pangan Nasional Indonesia. Pangan, 34(2), 169–188. https://doi.org/10.33964/jp.v34i2.901
Jamaludin, M. (2022). Indonesia’s Food Security Challenges: How Food SOE Optimizes its Role? Research Horizon, 2(3), 394–401. https://doi.org/10.54518/RH.2.3.2022.64
Keiser, L. R., Wilkins, V. M., Meier, K. J., & Holland, C. A. (2002). Lipstick and Logarithms: Gender, Institutional Context, and Representative Bureaucracy. American Political Science Review, 96(3), 553–564. https://doi.org/10.1017/S0003055402000321
Ngabito, F. M., Prahara, S., Ariawan, Uloli, M. F., & Paramani, D. (2026). Evaluasi Kebijakan Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga di Kabupaten Gorontalo Utara: Pendekatan Kuantitatif-Kualitatif. Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 5(2), 155–167. https:// doi.org/10.55681/SEIKAT.V5I2.1690
Perum BULOG. (2024). Laporan Tahunan 2024 . https://www.bulog.co.id/2025/09/16/ laporan-tahunan-2024/
Prasetyo, T., Mantoro, T., & Kususanto, A. (2026). Intelligence Strategies to Address Disinformation Threats to the National Food Security Program Through Social Media Analysis. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 14(1), 1–9. https://doi.org/10.35450/ JIP.V14I1.1538
Ruspayandi, T., Bantacut, T., Arifin, B., & Fahmi, I. (2022). Market-Approach-Based Policy to Achieve Rice Price Stability in Indonesia—Can It Be a Complement? Economies, 10(12), 296. https://doi.org/10.3390/ECONOMIES10120296
Safari, M., Dr, H. S., & Jahangiri, K. (2019). Disaster Risk Governance in Iran: Document Analysis. Journal of Education and Health Promotion, 8(1), 142. https://doi.org/10.4103/ JEHP.JEHP_30_19
Saragih, J. P. (2017). Kelembagaan Urusan Pangan dari Masa ke Masa dan Kebijakan Ketahanan Pangan. Pangan, 26(1), 57–80. https://doi.org/10.33964/JP.V26I1.345
Sørensen, E., & Torfing, J. (2009). Making Governance Networks Effective and Democratic Through Metagovernance. Public Administration, 87(2), 234–258. https://doi.org/ 10.1111/J.1467-9299.2009.01753.X;WGROUP:STRING:PUBLICATION
Syndoukas, N., Mattas, K., Tsakiridou, E., Anastasiadis, F., Manikas, I., Staboulis, C., Schnell, A. A., & Morelle, C. (2026). Stakeholder-Driven Food Policy and Multilevel Governance for Agri-Food Systems Resilience: Integrating Climate Change, Food Security, and Biodiversity. Business Strategy and the Environment, 1–18. https://doi.org/10.1002/ BSE.71265;REQUESTEDJOURNAL:JOURNAL:10990836;WGROUP:STRING: PUBLICATION
Trendov, N. M., Varas, S., & Zeng, M. (2019). Digital Technologies in Agriculture and Rural Areas. FAO; https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/ca4985en
Zembe, A., Nemakonde, L. D., & Chipangura, P. (2022). Policy Coherence Between Food Security, Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaptation in South Africa: A Summative Content Analysis Approach. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 14(1), 1 11. https://doi.org/10.4102/JAMBA.V14I1.1173
Zembe, A., Nemakonde, L. D., & Chipangura, P. (2023). A Policy Coherence Framework for Food Security, Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction in South Africa. International Journal of Disaster Risk Reduction, 95, 103877. https://doi.org/10.1016/J. IJDRR.2023.103877