Pengembangan Potensi Lokal untuk Bahan Baku Pangan dan Industri Sebagai Usaha Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional
Main Article Content
Abstract
beberapa produk yang menghasilkan konsentrasi protein yang tinggi dan eliminasi sifatsifat negatif koro-koroan, seperti protein isolate, "Protein Rich Flour", lactic acid-fermented legume flour, processed beans, dan tempe koro. Demikian pula, ikan-ikan inferior dapat dijadikan sebagai sumber protein yang berkelanjutan dengan pengolahan yang tepat, sehingga mendorong ketersediaan protein yang murah. Sementara kelapa dapat dijadikan sebagai bahan pangan murah mulai dari minyak, protein dan seratnya. Berdasarkan hal tersebut, kemampuan bahan lokal berdasarkan potensi komposisinya sebagai penyedia senyawa gizi merujuknya sebagai comparative dan competitive products untuk dikembangkan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Article Details
Section
catatan copyright agar disepakati oleh penulis.
Penulis sepakat dengan ketentuan-ketentuan dalam etika publikasi
Penulis menyatakan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di manapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain
References
BPS. (2000): Statistik Indonesia Tahun 2000. Biro Statistik Indonesia. Jakarta.
Husodo, S. Y.. (2001): Kemandirian di Bidang Pangan Kebutuhan Negara Kita, Makalah Seminar PATPI. 9-10 Oktober 2001. Semarang.
Pramudya. B dan Budiyanto, S., (2001): Penggalian Potensi Pangan LokalUntuk Penganekaragaman Pangan. Lokakarya Nasional Pengembangan Pangan Lokal. BKP JATIM Surabaya.
Suryana, P.. (2001): Pengaruh isolat galaktomannan kelapa terhadap penurunan kadar kolesterol serum kelinci. Warta Litbang Kesehatan. 5: 3-4.