Pemanfaatan Komoditas Lokal Sebagai Bahan Baku Pangan Darurat

Riyanti Ekafitri, R. H. Firi Faradilla
| Abstract views: 996 | Untitled views: 1694

Abstract

Indonesia yang terletak dalam Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire) dan memiliki puluhan patahan aktif membuat negeri ini rawan terkena bencana seperti gempa tektonik maupun vulkanik. Ketika bencana terjadi bahan makanan menjadi langka. Padahal pada kondisi tersebut tubuh membutuhkan banyak energi. Penyediaan pangan darurat yang mudah dikonsumsi dan mengandung kalori yang tinggi menjadi penting untuk dilakukan. Untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan ketahanan pangan bangsa, pengembangan pangan darurat berbasis produk lokal telah banyak dieksplorasi. Beberapa komoditas lokal yang berpotensi sebagai bahan baku pangan darurat adalah pisang, ubi jalar, dan singkong sebagai sumber karbohidrat serta kedelai dan kacang hijau sebagai sumber protein. Hingga saat ini terdapat berbagai macam bentuk pangan darurat di dunia. Di Indonesia sendiri produk pangan darurat yang telah dikembangkan berbentuk olahan pangan semi basah (IMF), cookies, food bars, dan lain-lain.

Indonesia located in the Pacific “Ring of Fire” has tens of active plates. All of these make Indonesia face risks in natural disasters such as volcanic and tectonic earthquakes. When a disaster happens, food availability becomes a problem. This is not a good situation because in time of disaster our body needs much energy to recovery. Provision of emergency food that is easy to consume and high in calories becomes important to do. To suppress the emergency food production cost and to increase food security, development of emergency food based on local commodity has been explored by many studies. There are several local commodities that have potency to be raw material of food emergency, such as banana, sweet potato and cassava as carbohydrate sources and soy bean and mung bean as protein sources. Types of emergency food that are already explored in Indonesia are intermediate moisture food (IMF), cookies, food bars, etc.

 

Keywords

scarcity of food; emergency food; local commodity

Full Text:

Untitled

References

Anonim. 2010. Korban Tewas Bencana Mentawai

Terdata 447 Orang. http//:www.antaranews.com [30 November 2010].

Antarlina, S. S. 1998. Utilization of sweet potato flour for making Cookies and cakes. Di dalam Hendroatmodjo, K.H., Y. Widodo, Sumarno, and B. Guritno (Eds.). Research Accomplishment of Root Crops for Agricultural Development in Indonesia. Research Institute for Legume and Tuber Crops, Malang, Indonesia. p. 127-132.

Badan Pusat Statistik. 2008a. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Ubi Jalar Menurut Provinsi, 2008. http://www.bps.go,id. [8 Desember 2010].

Badan Pusat Statistik. 2008b. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Ubi kayu Menurut Provinsi, 2008. http://www.bps.go,id. [8 Desember 2010].

Badan Pusat Statistik. 2008c. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Kedelai Menurut Provinsi, 2008. http://www.bps.go,id. [8 Desember 2010].

Badan Pusat Statistik. 2008d. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Hijau Menurut Provinsi, 2008. http://www.bps.go,id. [8 Desember 2010].

Badan Pusat Statistik. 2009. Produksi Buah-buahan

Menurut Provinsi (Ton), 2009. http://www.bps.go,id. [8 Desember 2010].

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1992. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bathara, Jakarta Feed Industry Red Book: Reference & Buyers Guide. 1995. Communications Marketing, Inc., Eden Prairie, MN.

Ferawati. 2009. Formulasi dan Pembuatan Banana Bars Berbahan Dasar Tepung Kedelai, Terigu, Singkong dan Pisang Sebagai Alternatif Pangan Darurat. Skripsi di Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Firdaus I. 2010. Mentan : Kebiasaan Makan Nasi S u l i t D i h i l a n g k a n . h t t p : / / a r s i p . jurnalparlemen.com [9 Desember 2010].

Gillies, M. T. 1974. Compressed Food Bars. Noyes Data Corporation. Park Ridge, New Jersey.

Harnowo D, Antarlina SS, Mahagyosuko H. 1994. Pengolahan ubi jalar guna mendukung diversifikasi pangan dan agroindustri. Di dalam Winarto A, Y Widodo, SS Antarlina, H. Pudjosantosa, dan Sumarno (Eds.). Risalah Seminar Penerapan Teknologi Produksi dan Pascapanen Ubi Jalar Mendukung Agroindustri. Balittan Malang. hlm.145-157

IOM (Institute of Medicine). 1995. Estimated Mean per Capita Energy Requirements for Planning Energy Food and Rations. National Academy Press, Washington, DC.

Kay, E. D. 1979. Food Legumes. Tropical Products Institute, London.

Manley, D. 2000. Tecnology of Biscuits, Crackers and Cookies 3rd Edition. Woodhead Publishing Limited, Cambridge.

Omona, J. 2010. Jumlah Korban Banjir Wasior Tembus 110 orang. http://www.tempointeraktif.com. 31 November 2010].

Setyaningtyas, A. G. 2008. Formulasi Produk Pangan Darurat Berbasis Tepung Ubi Jalar, Tepung Pisang, dan Tepung Kacang Hijau menggunakan Teknologi Intermediate Moisture Foods (IMF). Skripsi di Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Sitanggang, A. B. 2008. Pembuatan Prototipe Cookies dari Berbagai Bahan sebagai Produk Alternatif Pangan Darurat. Skripsi di Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Suhendra. 2010. Lima Belas Komoditi Unggulan Bisa Sumbang Devisa Hingga US$ 150 Miliar. http://detikfinance.com [2 Desember 2010].

Soeprapto, H.S. 1992. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya. Jakarta.

Soekarto, S.T. 1979. Pangan Semi Basah Ketahanan dan Potensinya dalam Gizi Masyarakat Bogor. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Syamsir, E. 2008. Pengembangan Pangan Darurat. http://www.ilmupangan.com. [20 November 2008].

Toukis, P.S., Breene W.M., Labuza T.P. 1999.

Intermediate Moisture Food. Department of Food Science and Nutrion, Univ. Minnesota, USA. United States - Canadian Tables of Feed Composition. 1982. Nutritio nal Data for United States and Canadian Feeds. 3rd Rev. National Academy Press, Washington, D.C.

Zoumas, B. L., dkk. 2002. High Energy, Nutrient-Dense Emergency Relief Product. National Academy Press, Washington, DC.

Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN

Refbacks

  • There are currently no refbacks.