BASIS PRODUKSI PADI INDONESIA KE DEPAN SANGAT BERESIKO

Nizwar Syafa'at, Mohamad Maulana
| Abstract views: 473 | Untitled views: 1015

Abstract

Penurunan dan deselerasi kapasitas produksi beberapa komoditas pertanian khususnya pangan telah menyebabkan kapasitas negara kita dalam menyediakan pangan menurun yang ditunjukkan oleh masih tingginya volume impor komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Hal ini sangat ironis, karena gejala penurunan dan deselerasi produksi terjadi pada kondisi potensi lahan dan inovasi teknologi untuk perluasan usahatani dan peningkatan produktivitas masih tersedia. Produksi padi mengalami perlambatan pertumbuhan sejak pertengahan tahun 1980-an,dansejak awal tahun 1980-an laju pertumbuhannya telah di bawah laju pertumbuhan penduduk atau produksi beras per kapita terus menurun hingga saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecenderungan penurunan laju pertumbuhan produksi padi adalah akibat dari kombinasi dua faktor, yatu: (a) penurunan luas baku lahan sawah, khususnya di Jawa; (b) stagnasi atau bahkan penurunan produktivitas lahan. - Paling sedikit ada tiga faktor resiko yang terkait dalam usaha peningkatan produksi padi. Pertama, berkaitan dengan sumbedaya lahan dan air. Kedua, kemampuan produksi industri pupuk nasional yang makin menurun karena usia pabrik sudah tua dengan tingkat efisiensi yang rendah sekitar 70 persen. Ketiga, sistem perbenihan nasional. Berdasarkan masalah dan kendala yang dihadapi dalam pengembangan kapasitas produksi dan prospek pasar domestik yang masih terbuka tebar serta lahan untuk pengembangan lebih lanjut masih tersedia, maka kebijakan pemerintah perlu diorientasikan pada : (1) rehabilitasi dan ekstensifikasi infrastruktur irigasi; (2) pembukaan lahan sawah baru; (3) memacu inovasi teknologi, termasuk revitalisasi sistem penelitian dan pengembangan pertanian serta sistem diseminasi inovasi pertanian dengan deregulasi dan penciptaan iklim yang kondusif bagi investor swasta.

Keywords

Produksi padi; beras; konsumsi

Full Text:

Untitled

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2005). Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis : Tinjauan Aspek Kesesuaian Lahan. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2005). Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis : Dukungan Aspek Mekanisasi Pertanian. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2005). Prospek dan Arah Pengembangan AgribisnisPadi. Jakarta.

Irawan, B: S Friyatno; A Supnyatna; I.S. Anugrah; M.A.Kirom; B.Rachmanto; dan B. Wiryono (2001). Perumusan ModelKelembagaan Reservasi Lahan Pertanian. Laporan Perelilian Pusal Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian.

Sayaka. B., K. Kariyasa. C Nurasa. Waluyodan Y. Marisa (2006). Dampak Subsidi Benih terhadap produksi Benih dan produktivitas tanaman Pangan. Paper Analisis Kebijakan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Simatupang, P. I.W. Rusastra, and M. Maulana (2004). "How toSold SupplyBottleneck inAgricultural Sector". Analisis Kebijakan Pertanian. 2 (4): 369 - 392.

Simatupang. P.. N. Syala'at dan S. Mardianto (2002). Pengendalaian Konversi lahan sawah di Indonesia. Badan Bimas Katahanan Pangan. Departemen Pertanian. Jakarta.

Susilowati. S.H., Sugiarto, Amar K. Zakaria, Wayan Sudana. Herman Supriyadi, Supardi. Muhammad Iqbal, Erma Suryani, Mat Syukur dan Soentoro (2000). Studi Dinamika Kesempatan Kerja dan Pendapatan Pedesaar (PATANAS). Laporan Hasil Penelitian. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor.

Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN

Refbacks

  • There are currently no refbacks.