Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Hayati untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan (Studi Kasus Kabupaten Aceh Selatan - NAD)

Mustafril Mustafril, Setiawan Budindra, Purwanto MYJ Purwanto MYJ, Prasetyo LB Prasetyo LB,, Martianto D Martianto D
| Abstract views: 273 | Untitled views: 280

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi penduduk di suatu daerah ditentukan oleh ketersediaan, kecukupan serta konsumsi pangan suatu daerah yang selanjutnya dibandingkan dengan potensi sumberdaya hayati, sarana dan prasarana produksi yang tersedia di daerah tersebut. Produksi bahan pangan optimum dan luas lahan yang optimum untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk diprediksi dengan pendekatan optimasi kebutuhan (demand) dan produksi (supply) sumberdaya hayati untuk pangan dan gizi. Proyeksi kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan suatu daerah dapat dioptimasi menggunakan perangkat lunak OptifoodPlus. Ketersediaan energi pangan Kabupaten Aceh Selatan sampai tahun 2020 diproyeksikan jauh melebihi dari proyeksi kebutuhan energi pangan. Proyeksi ketersediaan energi pangan dari kelompok bahan pangan serealia jauh melebihi proyeksi kebutuhan energi pangan dari serealia, sedangkan rata-rata ketersediaan energi pangan dari serealia masih berada di atas rata-rata konsumsi serealia perkapita nasional sejak tahun 2005. Demikian juga proyeksi ketersediaan produksi padi sawah jauh melebihi proyeksi produksi optimum padi sawah dari tahun 2001-2020. Ketersediaan lahan padi sawah berdasarkan luas baku lahan sawah Kabupaten Aceh Selatan seluas 17.713,50 ha dan berdasarkan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan lahan basah mencapai luas 39.971,78 ha yang terdiri dari 1.350,15 ha (cukup sesuai) dan 38.621,63 ha (sesuai marjinal), ternyata jauh melebihi proyeksi kebutuhan lahan optimum (luas panen) untuk memproduksi padi sawah sampai tahun 2020 yang hanya 9.785,27 ha. Berdasarkan hasil optimasi ketersediaan pangan dan kebutuhan pangan, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Aceh Selatan mempunyai potensi ketahanan pangan dan berpotensi sebagai daerah mandiri pangan.

Keywords

potensi sumberdaya hayati; kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan;ketersediaan energi pangan dari serealia

Full Text:

Untitled

References

Burghes DN, Borrie MS. 1981. Modelling with Differential Equations. John Wiley & Sons.

Hardinsyah, Baliwati YF.Martianto D, Rachman HS, Widodo A, Subiyakto, 2001. Pengembangan Konsumsi dengan Pendekatan Pola Pangan Harapan. Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi IPB dan Pusat Pengembangan Konsumsi Pangan BBKP Deptan. Bogor.

Mustafril, Setiawan Bl, Purwanto MYJ, Prasetyo LB, Martianto D. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Hayati Bagi Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan Gizi. Jurnal Keteknikan Pertanian 20:95-101.

Setiawan Bl. 2006. Optimalisasi Diversifikasi Pangan Suatu Pendekatan Menuju Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Keteknikan Pertanian 20:197-204.

Setiawan Bl, Purwanto AY, Syuaib F, Arif C. 2007. Laporan Penelitian Riset Insentif: Kajian Riset dan Teknologi Integratif untuk Kawasan Pertanian Unggul dan Mandiri [tidak dipublikasikan] perlu dilakukan lebih lanjut sehingga hasil optimasi OptifoodPlus langsung dapat dikoneksikan dengan perangkat lunak analisis spasial seperti ArcView atau ArcGIS.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (PPPG). 2001. Komposisi Zat Gizi Makanan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Departemen Kesehatan Rl.

Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN

Refbacks

  • There are currently no refbacks.