Budidaya Jamur Kuping Dan Tiram Dengan Teknologi Pengendalian Suhu

Mad Yamin
| Abstract views: 1895 | Untitled views: 1965

Abstract

Pada umumnya budidaya jamur kuping dan tiram dilakukan pada dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl (di atas permukaan laut). Oleh karena itu, sampai saat ini para petani jamur menggunakan lahan-lahan di dataran tinggi tersebut untuk pembudidayaan jamur kuping dan tiram. Perlu terobosan baru dalam melakukan budidaya jamur dengan menggunakan teknologi pengendalian suhu, sebagaimana yang sudah dilakukan di negara-negara maju seperti Jepang, yaitu budidaya jamur dengan pengendalian suhu pada 15o C menggunakan mesin pendingin. Dengan teknologi pengendalian suhu tersebut, budidaya jamur dapat dilakukan di dataran rendah. Pada tulisan ini akan diuraikan hasil hasil penelitian yang telah dilakukan di Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Bogor. Hasil Penelitian yang telah dilakukan oleh Sri Daryani dkk (1999) dengan teknik pengendalian suhu pada rumah jamur,telah menghasilkan dalam skala laboratorium hasil panen jamur kuping mencapai 84.8 % dari berat media. Sedangkan hasil panen jamur tiram mencapai 78.2 %, dengan pengendalian suhu 17oC , juga menghasilkan panen yang terbesar, yaitu 424 gram untuk jamur kuping dan 391 gram untuk jamur tiram per bag log. Pertumbuhan jamur akan lebih cepat pada rumah jamur dengan suhu 21oC dan ada kecenderungan bahwa pertumbuhan jamur di dalam rumah jamur dengan suhu terkendali, memberikan hasil yang lebih baik yaitu diameter Pileus dan diameter Stipa yang lebih lebar dan lebih tebal. Dari uraian di atas, maka sudah saatnya bagi para pengusaha Jamur untuk menggunakan Teknologi pengendalian suhu dalam budidaya jamur.

Cultivation of Tiram Mushroom and kuping Mushroom usually done at high land about 800 m above sea level . That’s why the Mushroom’s Farmers always using high land for example land at Puncak or at Dieng Mountain and another high land. We need new inovation, how the farmers could doing Tiram Mushroom and Kuping Mushroom cultivation at the lower land using temperature control technology which has done at Japan or western countries. Japan has developed Temperature control technology about 15oC for Mushroom cultivation using Refrigeration machine which temperature control at 15oC. There for the mushroom cultivation could be done at lower land. At this paper will describe about reseach which has done at Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agriculture Institute (IPB Bogor). Sri Daryani et al (1999) has found on her reseach that Mushroom in the green house which temperature control give harvest result about 84.8% of mushroom baglog weight. The result of Tiram Mushroom harvest is 78.2 %, at temperature control abaout 17oC. Also give the greatest harvest 424 gram of kuping Mushroom and 391 gram of Tiram Mushroom for every bag log, Mushroom grows faster at Green house by temperature of 21oC , diameter of Pileus wider and diameter of Stipa more thick. So, this time the mushroom farmers could do mushroom cultivation on the lower land by using temperature control green house.

 

Keywords

temperature control for mushroom green house

Full Text:

Untitled

References

Chang, S.T. dan Hayes, W.A. 1978. The Biology and Cultivation of Edible Mushroom. Academic Press, New York.

Chang. S.T, Jhon A. Buswell, Philip.G. Miles dan Gordon 1993. Genetocs and Breeding of Edible Mushrooms. Breac Science Publishers, USA America.

Dadang dan Selamet R. 2007. Bisnis Jamur Bikin Tergiur., http://www.agrina-online.com/showarticle.php?rid=7&aid=1009.

Daryani, S. 1999. Pertumbuhan Jamur Kuping dan Jamur Tiram Dalam Rumah Tanaman Dengan Suhu Terkendali. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Kinugawa, K. 1993. Physiology And The Breeding Of Flammulina Velutipes, In:Chang, S.T, J.A. Buswell, P.G. Miles. Genetics And Breeding Of Edible Mushroom. Gordon And Breach Science Publishers., Amsterdam, Netherland.

Krissandi. W, 1999. Pengendalian Suhu pada Rumah Tanaman Jamur dengan sistem kendali Fuzzy, Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian,

IPB. Bogor

Miles, P.G. 1993. Biological Background For Mushroom Breeding, In:Chang, S.T, J.A. Buswell, P.G. Miles. Genetics And Breeding Of Edible Mushroom. Gordon And Breach Science Publishers., Amsterdam, Netherland.

Y.A. Cahyana, Muchrodji, M. Bakrun. 1997. Pembibitan, Pembudidayaan, Analisis Usaha Jamur Tiram. Penebar Swadaya, Jakarta.

Copyright (c) 2016 JURNAL PANGAN

Refbacks

  • There are currently no refbacks.